10 Mitos Tentang Kebahagiaan
Kebahagiaan memang bisa dikatakan sebagai suatu hal
yang relatif atau tergantung dari porsi mana seseorang dapat merasa bahagia.
Kadang, hal-hal sederhana sepeti memiliki hewan peliharaan, es krim dan coklat
sudah cukup bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik. Tapi, apakah hal
tersebut bisa benar-benar membuat kita bahagia? Puluhan tahun penelitian
intensif telah dilakukan untuk mengetahui definisi kebahagiaan dan membuktikan
bahwa ada perbedaan besar antara apa yang dianggap dapat membuat bahagia dan
hal-hal yang nyatanya benar-benar membuat bahagia, atau mungkin mengubah hidup
kita. Mari melihat lebih dekat dengan menyimak 10 Mitos Tentang Kebahagiaan
versi top10magz berikut
ini.
Kebahagiaan itu sementara
Banyak yang beranggapan bahwa kebahagiaan itu sifatnya
sementara dan takut untuk menjadi bahagia karena suatu saat kebahagiaan itu
akan berakhir. Namun, ada juga yang berkata bahwa tak ada hal seperti itu atau
bisa dibilang, tak ada kebahagiaan yang sementara. Mantan presiden Afrika
Selatan, Nelson Mandela, pernah berkata bahwa kita adalah tuan dari nasib kita
sendiri, jadi hanya karena mengalami suatu hari yang buruk, tak lantas dapat
mengahncurkan seluruh kebahagiaan kita. Kebahagiaan sejatinya hanya dapat
diperoleh melalui pilihan yang kita buat sendiri setiap harinya, apakah akan
menjadi baik atau buruk. Kita dikelilingi oleh kebahagiaan dan cara terbaik
untuk dapat merasakan dan melihatnya dalah dengan melihat hikmah dari semua
kejadian. Seperti banyak yang berkata bahwa “Happines is a choice” alias,
kebahagiaan adalah pilihan.
Orang yang bahagia adalah orang yang naif
Mitos yang satu ini mungkin tidak benar adanya, karena
orang-orang yang bahagia juga bisa realistis yang berarti bahwa mereka tidak
naïf sama sekali. Nyatanya, kebahagiaan dapat meningkatkan aktivitas otak,
kemampuan memecahkan masalah dan melatih kecerdasan.persepsi positif tidak
lantas membuat seseorang terlihat bodoh, justru membuat seseorang menjadi lebih
enerjik, lincah dan tanggap.
Kebahagiaan bukanlah tujuan
Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan bahwa
perjalanan bukan tentang tujuannya, namun mengenai perjalannanya. Nah, prinsip
yang sama untuk kebahagiaan dan semakin dicoba maka semakin bagus pula
kesempatan untuk menjadi bahagia. Nikmati apa yang anda miliki sekarang,
manfaatkan sebanyak mungkin hal-hal kecil di sekitar yang secara tak langsung
dapat membuat anda bahagia karena hal tersebutlah seseorang bisa menjadi
bahagia, tak harus selalu tentang kemewahan. Kebahgiaan ada dimana-mana bahkan
untuk hal yang terkecil sekalipun.
Anda tak bisa bahagia di usia tertentu
Hanya karena usia anda 40 tahun, bukan berarti anda
tak bisa merasakan kebahagiaan, bukan? Hidup bisa dinikmati hingga usia
berapapun. Namun sayangnya, banyak orang yang menyalah-artikan tersebut yang
berpikir bahwa kebahgiaan hanya dimiliki saat muda dan akan berkurang seiring
bertambah tuanya usia seseorang. Hal ini tentu tidak benar, bertambah usia
berarti bertambah pengalaman dan bertambah mengerti bahwa kebahagiaan bisa
dirasakan dan datang dari mana saja. Anda memiliki seluruh hidup anda untuk
dijalani, untuk hobi tertentu dan melakukan hal-hal yang tak bisa dilakukan
saat berusia 20 tahun. Karena menjadi tua dan menjadi dewasa merupakan hal yang
berbeda, menjadi dewasa berarti bagaimana menghadapi berbagai situasi dengan
bijaksana sedangkan menjadi tua lebih terkait kepada perubahan fisik dan
penambahan usia.
Semakin tinggi gaji, semakin bahagia
Gaji yang lebih besar mungkin membuat anda merasa
bahagia selama beberapa menit. Namun, tak ada cara lain untuk membeli
kebahagiaan dibandingkan degan uang yang digunakan untuk tujuan-tujuan
tertentu. Apa yang diperlukan untuk mendapat gaji yang tinggi? Jam kerja yang
lebih tinggi, tingkat lelah dan stress yang lebih tinggi namun tak jarang
tingkat kesehatan justru semakin menurun. Apalagi jika anda bekerja untuk
sesuatu yang tidak sesuai dengan passion anda. Kadang justru
memiliki gaji dan jam kerja yang tinggi membuat seseorang merasa kelelahan dan
jarang bisa menggunakan waktu liburnya untuk bersenang-senang karena lebih
sering digunakan untuk beristirahat.
Stress mengacaukan kebahagiaan
Untuk beberapa hal dan beberapa situasi, mungkin
benar. Namun beberapa studi tentang hal ini menunjukkan bahwa kecemasan dan
stress juga dapat meningkatkan proses kognitif, mempererat ikatan sosial dan
meningkatkan daya ingat. Beberapa orang bahkan mampu bekerja lebih baik ketika
mereka sedang berada di bawah tekanan karena kadang seseorang butuh sesuatu
untuk memacu jantung agar dapat berdetak lebih kencang dan berpikir serta
bertindak lebih kreatif.
Kebahagiaan tak mempengaruhi kinerja seseorang
Banyak yang salah mengartikan bahwa kebahgiaan tidak
mempengaruhi kinerja. Kabar baiknya adalah, anda bisa mengendalikan kebahagiaan
dan perasaan untuk suatu tujuan tertentu yang memberikan manfaat. Banyak
penelitian telah menemukan bahwa dokter yang berpikir positif akan
memperkirakan sesuatu lebih tepat, pikiran bahagia bisa mendorong seseorang
untuk lebih cepat bangkit dari suatu keterpurukan. Misalnya seorang atlet yang
berpikir positif dan optimis dari kegagalannya akan memiliki peluang memulihkan
diri lebih cepat.
Kebahagiaan tak bisa dibeli
Biasanya orang-orang yang tidak memiliki banyak uang
akan sering berkata demikian. Meskipun memang benar bahwa materi tidak bisa
membuat seseorang bahagia sepanjang waktu, namun memiliki sejumlah uang untuk
berlibur melepaskan penat, lelah dan stress ke suatu tempat wisata tertentu
pasti akan membuat seseorang menjadi lebih rileks dan menyegar semangat,
pikiran dan tubuh. Kebahagiaan tidak bisa dibeli karena kita tidak memiliki
uang ekstra yang super banyak untuk membantu semua orang memenuhi kebutuhannya.
Tapi nyatanya, hal ini bisa diatasi dengan banyaknya donasi amal yang mampu mengembalikan
senyum anak-anak yang putus sekolah dan mereka-mereka yang kesulitan
mendapatkan pangan. Jadi, bagaimana pendapat anda tentng ‘kebahagiaan tidak
bisa dibeli?’
Karir yang sukses membuat seseorang bahagia
Satu mitos lagi yang perlu diluruskan. Karir yang
sukses biasanya tak memberikan seseorang untuk menjadi lebih santai, meskipun
anda menghasilkan banyak uang untuk membangun rumah megah, tapi nyatanya,
karena kesibukan tertentu, rumah tersebut malah jarang dihuni. Bekerja 12 jam
per hari selama seminggu penuh membuat orang menganggap bahwa anda senang,
namun nyatanya tidak demikian. Para pecandu kerja biasanya akan menyadari bahwa
hidup terlalu singkat dan belum sempat merasakan kebahagiaan, ia harus kembali
berkutat pada karirnya.
Kebahagiaan diturunkan secara genetis
Tidak, yang ini jelas mitos yang salah. Hanya karena
seseorang sering merasa bahagia tak berarti kebahagiaannya didapatkan dari gen
yang diturunkan oleh garis keturunan nenek moyangnya. Mungkin mitos ini ada
benarnya jika diartikan sebagai optimisme dan positive thinking dalam
menghadapi kehidupan. Jadi jika orang tua anda merasa senang dengan gaya hidup
yang memuaskan, mungkin anda juga merasa senang. Kebahagiaan dekat hubungannya
dengan kebiasaan dan perilaku namun banyak yang menyangkut-pautkan hal tersebut
dengan garis keturunah dan pembawaan genetis dari orang tua atau keluarga.
Bagaimana, apakah anda bahagia hari ini? Kebahagiaan
memang kadang tak bisa dicari, karena semakin dicari maka semakin tertutupi
semua kebahagiaan-kebahgiaan yang sebenarnya sudah berada di sekitar kita. Yang
perlu dilakukan adalah melihat menjadi lebih peka agar bisa merasakan
keberadaan kebahagiaan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar