Senin, 16 Maret 2015

5 Tips Membuat Aroma Parfum dalam Botol Lebih Tahan Lama

5 Tips Membuat Aroma Parfum dalam Botol Lebih Tahan Lama

Parfum bukan sekedar wewangian, namun bisa menjadi penanda kepribadian Anda.
Itu sebab, tentu Anda tidak ingin menggunakan parfum “basi” yang sudah turun kualitasnya.
Pada umumnya, parfum tetap berada dalam kondisi baik asal digunakan sebelum dua tahun.
Namun, penyimpanan yang tidak tepat akan memperpendek usia simpan parfum.
Parfum yang sudah turun kualitasnya ditandai dengan perubahan bau dan warna.
Hindari membuang parfum berharga mahal hanya karena sudah tidak layak digunakan sebelum waktunya.
Berikut adalah cara memastikan agar aroma dan kualitas parfum bertahan lama:
1. Simpan parfum di tempat teduh dan sejuk.
Hindari paparan sinar matahari langsung karena berpotensi merusak komposisi parfum yang berakibat pada perubahan aroma dan warna.
Pastikan menyimpan parfum di tempat aman seperti di dalam lemari atau laci.
2. Simpan parfum pada suhu kamar. Hindari suhu yang ekstrim baik ekstrim panas atau dingin.
Jangan menyimpan parfum di kamar mandi karena panas dari kamar mandi akan memicu oksidasi dan mengubah warna.

Tips Menghilangkan Bau Tak Sedap pada Ketiak

Tips Menghilangkan Bau Tak Sedap pada Ketiak

Ketiak yang mengeluarkan bau tak sedap akan sangat memalukan dan mengikis rasa percaya diri.
Orang lain akan berpikir Anda tidak pandai menjaga kebersihan tubuh saat bau kurang sedap menguar dari ketiak.
Padahal, bau tidak sedap bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti kekurangan mineral, ketidakseimbangan diet, keringat berlebihan, dan kondisi medis seperti penyakit ginjal atau hati.
Berikut adalah beberapa cara jitu mengurangi bau tidak sedap pada ketiak untuk meningkatkan rasa percaya diri.
1. Pantau diet Anda karena berbagai makanan seperti daging merah, kopi, bawang, bawang putih, dan makanan pedas dapat memicu bau ketiak.
Kelenjar keringat pada ketiak berfungi mengeluarkan keringat untuk membuang racun dari dalam tubuh.
Makanan yang Anda konsumsi akan mempengaruhi bau keringat yang disekresikan kelanjar keringat di ketiak.
Selain menghindari berbagai makanan diatas, asupan makanan sehat perlu ditingkatkan yang meliputi biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan lemak tak jenuh.
2. Terapkan gaya hidup bersih dan sehat. Kebersihan tubuh yang kurang terjaga berpotensi memicu timbulnya bau.
Bersihkan daerah ketiak dengan sabun dan gunakan deodoran untuk menyingkirkan penumpukan bakteri.
3. Cukur ketiak secara berkala untuk menghilangkan rambut yang terlalu lebat.
Rambut ketiak dapat merangsang bau karena memungkinkan bakteri untuk tumbuh dan berkembang.
4. Cuci pakaian secara teratur. Meskipun kebersihan badan selalu terjaga, pakaian yang jarang dicuci akan membuat semua usaha Anda sia-sia.
Hindari memakai pakaian ketat yang membuat daerah ketiak susah bernapas. Pakailah pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat.

Ketahui 4 Penyebab Bau Ketiak

Masalah Keringat: Ketahui 4 Penyebab Bau Ketiak

Berkeringat adalah cara tubuh untuk mendinginkan diri setelah aktivitas fisik berat, terkena paparan panas, atau saat terkena demam.
Keringat yang terjebak di daerah tersembunyi seperti ketiak bisa menjadi sumber bau yang berpotensi menurunkan rasa percaya diri.
Kesalahpahaman
Sebagian orang menganggap bahwa bau ketiak adalah akibat langsung dari keringat.
Faktanya, keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar apokrin di bawah lengan sebenarnya merupakan kombinasi air, garam, dan urea yang tidak berbau.
Bau kemudian muncul saat keringat kontak dengan bakteri serta permukaan kulit.
Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya bau tak sedap pada ketiak.
1. Bakteri
Hampir seluruh permukaan kulit manusia ditinggali bakteri.
Sebagian besar bakteri adalah jenis yang baik yang penting bagi kesehatan kulit.
Bakteri dikenal berkembang biak pesat di tempat gelap dan lembab seperti ketiak.
Saat terkena keringat, bakteri akan mulai terurai dan mengeluarkan bau.

9 Tips Menghilangkan Jamur Kuku dengan Garam

9 Tips Menghilangkan Jamur Kuku dengan Garam

Jamur kuku ditandai dengan perubahan warna kuku menjadi kekuningan, kuku menebal, rapuh, atau kuku terlepas.
Selain tidak sedap dipandang, jamur kuku terkadang bisa menimbulkan rasa sakit serta ketidaknyamanan.
Melakukan upaya untuk menyingkirkan jamur pada kuku bisa jadi cukup mahal, baik karena ongkos kunjungan ke dokter atau membeli obat-obatan di apotek.
Namun, terdapat cara yang lebih murah dan mudah untuk menyembuhkan jamur pada kuku, yakni dengan menggunakan garam.
Berikut adalah tips serta langkah mudah menyingkirkan jamur kuku dengan garam:
1. Potong kuku kaki untuk mengurangi sebanyak mungkin kuku yang terinfeksi jamur.
Ini akan membantu agar garam dapat menjangkau area yang terkena jamur lebih efisien.
2. Masukan air hangat ke dalam baskom untuk kaki dengan ketinggian air cukup untuk merendam jari-jari kaki.
Pastikan air tidak terlalu panas agar kaki tidak terbakar.
3. Gulung handuk kecil dan tempatkan di bawah tumit untuk memastikan semua ujung jari terendam air.
4. Tambahkan 1 cangkir hidrogen peroksida ke dalam air dan kemudian celupkan jari kaki ke dalam air.
5. Angkat jari-jari kaki yang sudah basah keluar dari air dan tuangkan butiran garam di atas jari-jari kaki.

Apa Perbedaan antara Antiperspirant dengan Deodoran?

Apa Perbedaan antara Antiperspirant dengan Deodoran?

Proses penguapan cairan tubuh yang sering disebut sebagai berkeringat adalah proses alami yang ditujukan untuk mengatur suhu tubuh.
Berkeringat ditandai dengan pelepasan cairan asin oleh kelenjar keringat. Tubuh lantas mendingin ketika keringat menguap dari permukaan kulit.
Seseorang kemungkinan berkeringat lebih banyak selama cuaca panas atau ketika melakukan aktivitas fisik yang menyebabkan otot-otot memanas.
Keringat juga bisa terjadi sebagai respon terhadap stres, marah, atau takut.
Berkeringat dapat menjadi penyebab rasa tidak percaya diri ketika menimbulkan bau badan yang tidak sedap.
Namun, masalah memalukan ini dapat diatasi dengan menggunakan antiperspirant dan deodoran.
Sebagian orang berpikir tidak terdapat perbedaan antara kedua produk ini. Faktanya, keduanya merupakan produk yang berbeda.
Berkeringat dan Bau Badan Tidak Sedap
Terdapat dua jenis kelenjar keringat pada tubuh manusia yaitu ekrin (eccrine) dan apokrin (apocrine).
Kelenjar ekrin mengeluarkan air dan garam dan membantu mengatur suhu tubuh.
Kelenjar apokrin, yang terutama terdapat di ketiak, selangkangan, tangan, dan kaki, memproduksi dan mengeluarkan keringat yang mengandung protein dan asam lemak.
Kedua kelenjar ini berkembang sepenuhnya setelah masa pubertas dan bertanggung jawab untuk bau badan yang tidak sedap.
Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin lebih kental dan berwarna kuning, sehingga menjelaskan noda keringat kekuningan di ketiak baju berwarna terang.
Meskipun keringat sebenarnya tidak berbau, bau tidak sedap muncul ketika bakteri mulai berkembang biak di keringat yang mengandung asam lemak.

Apakah Antiperspirant & Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara?

Apakah Antiperspirant & Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara?

Antiperspirant dan deodoran merupakan dua produk perawatan tubuh yang sering digunakan.
Deodoran membantu menghilangkan bau badan yang tidak sedap, sedangkan antiperspirant berfungsi mengurangi keringat di ketiak sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya bau badan.
Terdapat banyak produk deodoran dan antiperspirant dengan sebagian besar mengandung senyawa aluminium dan paraben.
Senyawa aluminium dan paraben yang terkandung dalam produk tersebut sering dianggap bisa memicu timbulnya kanker payudara.
Antiperspirant & Kanker Payudara
Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan penggunaan antiperspirant dan deodoran dengan peningkatan risiko kanker payudara.
Sebagian ilmuwan percaya senyawa aluminium dan paraben yang terkandung dalam antiperspirant dan deodoran dapat menyebabkan kanker payudara.
Senyawa berbasis aluminium merupakan bahan aktif dalam berbagai produk antiperspirant.
Senyawa ini digunakan untuk memblokir pori-pori sehingga penggunanya menjadi tidak berkeringat yang pada gilirannya mengurangi timbulnya bau badan tidak sedap.
Paraben, di sisi lain, adalah pengawet yang ditambahkan ke produk deodoran dan antiperspirant.
Terdapat berbagai jenis paraben yang biasa digunakan seperti benzylparaben, butylparaben, methylparaben, dan propylparaben.

7 Tips Agar Rambut Cepat Panjang

Cara Memanjangkan Rambut: 7 Tips Agar Rambut Cepat Panjang

Setiap perempuan mempunyai idealisasi sendiri tentang penampilan yang sempurna bagi dirinya.
Misalnya, beberapa perempuan memimpikan memiliki rambut panjang yang indah.
Bagi banyak perempuan hal ini sangatlah mungkin, namun prosesnya tidak selalu mudah.
Memanjangkan rambut tidak bisa terjadi hanya dalam satu malam dan membutuhkan usaha yang konsisten.
Berikut adalah tips meningkatkan pertumbuhan rambut agar lebih cepat panjang:
1. Memotong rambut.
Sebelum bisa meningkatkan pertumbuhan rambut, Anda perlu menyingkirkan semua rambut rusak dengan memotong rambut Anda.
2. Mengonsumsi suplemen yang bisa membantu pertumbuhan rambut.
Konsumsilah beberapa suplemen yang bisa membantu pertumbuhan rambut, termasuk diantaranya adalah vitamin B, terutama B6 dan asam amino.
3. Potong rambut Anda secara rutin.
Ujung-ujung rambut umumnya akan mudah rusak dan bisa saja menjadi bercabang. Kondisi tersebut tidak akan membantu meningkatkan pertumbuhan rambut Anda.
Potonglah rambut secara rutin setiap 3-4 bulan sekali, potonglah ujung rambut Anda minimal 1 cm.
4. Hindari hal-hal yang bisa merusak rambut.
Perawatan rambut menggunakan bahan kimia dan peralatan rambut yang menggunakan pemanas, seperti curlers dan flat irons, bisa merusak rambut sehingga menghalangi usaha Anda dalam memanjangkan rambut.